Sebuah Keniscayaan, Perjuangan Tanpa Batas

Wednesday, May 09, 2012


Sahabat, inilah jalan dakwah, tak kan pernah berakhir selama hati masih suci, tak kan pernah berhenti selama nurani masih tinggal dalam jasad nan lemah ini. Cukuplah berfikir bahwa apa yang kita serukan belum sesuai dengan apa yang kita lakukan. Sahabat, jika antum berfikir untuk beristirahat karena malu dengan maksiat2 antum, malu dengan dosa2 antum, maka saya lebih pantas untuk mengundurkan diri dari jalan ini sebelum antum. Hanya dosa2 kita yang terlampau banyaklah yang menjadi alasan logis kenapa kita berjuang di jalan dakwah ini.

Sahabat, jalan ini, tidak hanya butuh kepahaman akan falsafah, tak hanya menuntut ketaatan pada qiyadah, pun hanya tentang strategi2 di tiap tantangan dakwah, namun juga perjuangan berkesinambuangan, perjuangan tanpa batas.

Sahabat, bukankah Rasulullah telah melaksanakan 27 pertempuran, yang semua pertempuran itu beliau alami setelah usia beliau lewat 54 tahun. Sekalipun perang Tabuk, perang yang paing berat bagi kaum muslimin, diikuti dan dipimpin langsung oleh beliau saat umur beliau 60 tahun!

Akh, bukankah telah kita dapati 'Amar bin Yasir, beliau berangkat perang saat usia beliau telah mencapai 90 tahun. Perang! bukan saja berdakwah, bukan mengajar orang2, atau cukup beramar makruf nahi munkar. Beliau berangkat perang saat tulang-belulang beliau sudah rapuh, tubuh telah renta, rambut telah memutih, dan kekuatan sudah jauh berkurang.

Tersebutlah Abu Sufyan masih membakar semangat para pasukan untuk berperang, saat beliau berumur 70 tahun. Pun dengan Yaman dan Tsabit bin Waqasy, keduanya tetap berangkat ke medan Uhud meski telah lanjut usia dan meski Rasulullah saw menempatkan mereka bersama kaum wanita, di bagian belakang pasukan.

Sahabat, di jalan ini, perjuangan tanpa batas dimulai,
cukuplah sajak ini mengakhiri tulisan sangat sederhana ini.

"Di jalan Allah kami tegak berdiri
Mencitakan panji-panji menjulang tinggi
Bukan untuk golongan tertentu, semua amal kami
Bagi dien ini, kami menjadi pejuang sejati
Sampai kemuliaan dien ini kembali
Atau mengalir tetes darah kami"

Teruntuk pejuang-pejuang terbaik,
Selasa, 8 Mei 2012

0 comments

Subscribe